Analisa Cost-Benefit Sekolah Digital (Bagian 3)

Analisa Cost-Benefit Sekolah Digital (Bagian 3)

3. PERPUSTAKAAN DIGITAL

Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan untuk membantu anak didik melengkapi keingintahuannya dalam berbagai hal yang disesuaikan dengan keberadaan sekolah. Namun untuk menyediakannya dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun gedung/ruangan, menyusun rak-rak buku, melengkapi ratusan bahkan ribuan buku, membuat prosedur peminjaman-keanggotaan dan membayar tenaga administrasi/pustakawan untuk mengelolanya. Karena itu, jarang sekali sekolah biasa apalagi setingkat sekolah dasar yang memilikinya. Biasanya hanya sekolah yang lebih tinggi tingkatannya, katakanlah SMA keatas yang sudah dilengkapi dengan perpustakaan.
Namun apakah sekolah dasar harus mengubur impiannya untuk membangun perpustakaan? Tentu tidak. Sesuai dengan fungsinya, perpustakaan tetap harus disediakan bagi anak didik.
Kini, dengan adanya peralatan komputer dan peripheral lainnya, membangun perpustakaan tidak lagi membutuhkan biaya dan tenaga untuk menyediakan ruang penyimpanan buku yang besar. Semua buku-buku koleksi perpustakaan dapat disimpan dalam bentuk digital.
Biaya yang dibutuhkanpun tidak lagi mencekik leher. Cukup untuk membeli peralatan komputer, alat scan ukuran besar yang cepat, serta program penyusun perpustakaan. Ini adalah salah satu cara membangun perpustakaan digital. Keuntungan dari perpustakaan jenis ini antara lain:
a. Biaya yang diperlukan relatif sedikit
b. Tidak perlu ruang khusus yang sangat besar, bisa ditempatkan di harddisk komputer, server atau penyimpan digital format lainnya.
c. Tidak ada biaya perawatan buku karena sobek, luntur terkena air hujan, halaman lepas dsb.
d. Tidak ada resiko buku yang hilang karena peminjamnya tidak mengembalikan.

Membangun Perpustakaan Digital Mini

Untuk membangun perpustakaan digital, tidak diperlukan ruangan khusus dan perangkat keras seperti rak, meja/kursi. Untuk ukuran mini dalam arti jumlah buku terbatas, dapat dilakukan atau ditempatkan dalam sebuah komputer personal dengan Harddisk berukuran 40 – 80 GB saja sudah mampu menyimpan 800 – 1600 buku setebal masing-masing 100 halaman. Tentunya, jumlah yang disimpan berkurang sejalan dengan penggunaan komputer untuk keperluan/penyimpanan lainnya. Coba perhatikan ilustrasi berikut:
Pada proses penyimpanan, buku-buku yang ingin dijadikan buku digital discan satu persatu halamannya menjadi data gambar digital.Gambar-gambar ini kemudian disatukan dalam 1 file dan diberi nama sesuai judul buku. Bisa ditambahkan pula pada bagian komentar mengenai pengarang, penerbit, tahun penerbitan, resensi dan/atau ringkasan isi buku agar lebih menarik.
Buku-buku yang telah discan, kemudian diatur penempatan/penyimpanannya di komputer dalam folder-folder yang sebelumnya telah disiapkan. Misal, buku tentang Hitler, dimasukan dalam folder History/Sejarah Dunia, Buku Kereta Api masuk folder Science/Teknologi dll.
Bagaimana jika ada permintaan untuk meminjam seperti pada perpustakaan yang real? Disinilah fungsi perpustakaan digital mampu menyelamatkan keawetan buku-buku yang merupakan aset perpustakaan. Untuk mengakses perpustakaan digital dapat dilakukan dengan berbagai cara:
1. Menyediakan komputer untuk membuka daftar bacaan dan mengaksesnya.
2. Menyediakan jasa copy ke flashdisk atau memory lain.
3. Mencetak buku atau halaman yang dipilih.
Tentu pihak sekolah dapat mengatur pilihan mana yang bisa dipakai, namun menurut penulis, cara ketiga adalah pilihan paling mudah dan menguntungkan. Dengan mencetak buku atau halaman yang dipilih, anak didik dapat membacanya dimanapun dan kapanpun dia ingin membaca. Selain itu, tentunya, terdapat keuntungan finansial disini dengan membayar setiap lembar yang dicetak.
Bagaimana pembaca mencari buku pilihannya? Perhatikan gambar berikut:
Demikianlah, Perpustakaan Digital yang dibangun dapat menyediakan:
1. Bahan Bacaan seperti pada Perpustakaan Biasa
2. Pencarian buku lebih cepat dan interaktif
3. Memperpanjang usia buku yang disimpan dalam tempat khusus tanpa perlu dibuka lagi
4. Sumber pendapatan/finansial bagi sekolah tanpa merusak buku yang ada4. TUGAS/PR HARIAN

Penggunaan Perpustakaan Digital tidak terbatas dengan kegiatan pasif saja, dimana jika ada permintaan akan bahan bacaan baru dicetak. Dengan perpustakaan digital mini, bahkan guru dapat memberikan tugas harian/PR misal dengan mengambil sumber bahan bacaan yang ada di perpustakaan mini, sehingga makin banyak lembaran buku yang dicetak dan tentunya, makin banyak pundi-pundi yang bisa dihasilkan.
Contoh Perhitungan Perpustakaan Digital:
Jumlah mata pelajaran: 12
Jumlah murid: 480 orang
Tugas/PR = 2 x 2 halaman seminggu
maka total pendapatan:
12 pelajaran x 480 orang x 2 x 2 halaman = 23.040 lembar/minggu
Jika cetak 1 lembar = Rp. 200,
maka total pendatapan = 23.040 x Rp. 200 = Rp. 4.608.000/minggu = Rp. 18.432.000/bulan
Harga kertas Rp. 40,-Cost/Copy Rp. 100,-
Total Biaya = Rp. 140 x 23.040 lembar = Rp. 3.225.600,-/minggu = Rp. 12.902.400,-/bulan
Total Profit = Rp. 18.432.000 – Rp. 12.902.400 = Rp. 5.529.600,-/bulan
5. ADMINISTRASI SEKOLAH
Saat ini, para orangtua dan wali murid hanya mendapat laporan resmi perkembangan anak didik setiap 6 bulan sekali (semester) untuk mengevaluasi pendidikan anaknya. Namun dengan membangun sekolah digital, dimana ulangan harian dan penilaian lain dimasukan dalam sistem, sekolah dapat menyediakan laporan perkembangan anak didik dengan frekwensi lebih banyak, misal setiap bulan dapat diterbitkan Raport Sementara Bulanan. Raport ini dicetak pada lembar tersendiri dan tidak diisikan pada buku raport yang biasa dibagikan tiap semester.
Dengan asumsi Raport sementara dihargai Rp. 5000,- maka pendapatan per semester adalah:
480 anak x 5000 x 10 bulan  = Rp. 12.000.000,- (bulan semester tidak dihitung)
Cost = Rp. 140 x 480 x 10 = Rp. 672.000,-Total Profit = Rp. 11.328.000,-/tahun.

Total Keuntungan membangun Digital Sekolah didapat dari:
Pendaftaran murid baru dan pendaftaran Ulang = Rp.   4.732.800,-/tahun (profit)
Ulangan Umum/Harian:  Rp 4.953.600/bulan    = Rp. 59.443.200,-/tahun
PR harian: Rp. 5.529.600,-/bulan                     = Rp. 66.355.200,-/tahun
Raport Sementara                                            = Rp. 11.328.000,-/tahun

Total Keuntungan (belum dipotong biaya listrik dan gaji operator)= Rp. 141.859.200,-/tahun

Jika investasi alat dan sistem sekolah digital diasumsikan Rp. 50.000.000,- maka investasi ini sudah pulang modal alias impas hanya beberapa bulan setelah instalasi sistem sekolah digital secara keseluruhan.

Jika anda atau sekolah anda tertarik untuk melaksanakan digitalisasi di sekolah anda, silakan kirim komentar atau pertanyaan ke asanirwana@gmail.com.  Kami akan senang hati membahas dan memberi bantuan sesuai kemampuan untuk menjadikan sekolah anda sebagai Sekolah Digital. Kami didukung oleh cabang dan dealer yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjamin tersedianya layanan purna jual yang memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: