Analisa Cost-Benefit Sekolah Digital (Bagian 1)

Analisa Cost-Benefit Sekolah Digital (Bagian 1)

Satu alasan terpenting untuk membangun sekolah digital selain efisiensi dan kepraktisan tentunya adalah keuntungan finansial dari proyek tersebut. Tentu saja, tanpa keuntungan finansial bagi sekolah, investasi yang harus dikeluarkan menjadi beban sekolah yang berujung pada biaya yang dikeluarkan entah dari pemerintah (sekolah negeri) atau yayasan maupun dari orang tua murid. Tentunya hal ini tidak memungkinkan di era keterbukaan seperti sekarang ini.
Karena itu, investasi yang dikeluarkan harus dilandasi dengan argumen/alasan yang sangat kuat. Dan argumen paling kuat adalah keuntungan finansial. Untuk itu, mari kita coba berhitung berapa biaya yang dibutuhkan, berapa potensi pendapatan dan darimana saja asalnya.

POTENSI PENDAPATAN

Beberapa hal yang menjadi potensi pendapatan bagi suatu sekolah sebetulnya sudah ada selama ini. Hanya saja, pendapatan itu menguap karena masuk ke tangan-tangan pihak luar. Contoh saja, pada waktu pendaftaran murid, sekolah harus mencetak brosur atau formulir pendaftaran dan mengajukannya kepada percetakan yang ditunjuk. Ada lagi potensi pendapatan yang sudah diterima sekolah, namun dengan kompensasi biaya kerusakan disisi sebaliknya, misal pada peminjaman buku perpustakaan dimana sekolah menerima pendapatan, tetapi buku yang dipinjamkan mengalami kerusakan. Berikut adalah rincian sumber-sumber pendapatan yang dapat digali.

1. Pendaftaran Murid Baru

Sekarang, yang namanya pendaftaran menjadi apapun dan ditempat apapun, lazimnya dikenakan biaya pendaftaran. Selain untuk membayar SDM yang bekerja untuk membantu lancarnya proses ini, juga untuk membiayai bahan-bahan pendaftaran seperti formulir dan brosur yang harus dicetak dll. Dari sinilah potensi  pendapatan dapat digali. Pendaftaran murid juga tidak terbatas pada murid baru, namun juga untuk pendaftaran ulang murid lama, sehingga potensi pendapatan dapat ditingkatkan.
Mari kita lihat dulu proses atau alur kerja digitalisasi sekolah yang pernah dibahas dalam “Sekolah Digital”:
Tampak bahwa, proses pertama yang dilakukan adalah mencetak brosur atau formulir pendaftaran. Selanjutnya, formulir bisa dibagikan kepada orang tua atau wali murid untuk diisi lengkap. Formulir bisa ditandai misal dengan cap atau stempel sekolah atau diberi barcode agar tidak dapat digandakan.
Setelah diisi lengkap, formulir dikumpulkan. dengan kumpulan sekitar 50 – 100 halaman (tergantung type mesin), formulir-formulir tersebut dapat discan dalam sekali jalan.
Mesin Sharp akan melakukan pekerjaan berikut yaitu memasukan data yang telah discan ke dalam database untuk keperluan analisa atau keperluan lain di kemudian hari (misal data untuk pembayaran dsb).Perhitungan pendapatan pada sekolah dasar dengan murid 40 orang perkelas:
Jumlah murid:
Murid baru: 80 anak (asumsi 2 kelas)
Murid lama: 5 kelas x 2 (A&B) x 40 anak = 400 anak
Total = 480 anak
Biaya Formulir = Rp. 10.000,-
Total Pendapatan = Rp. 4.800.000,- /tahun ajaranPada pembahasan berikutnya, kita akan menggali mengenai potensi pendapatan yang lebih besar lagi dalam Analisa Cost-Benefit Sekolah Digital (Bagian 2)dimana pendapatan tersebut didapat dari Ulangan Harian, Perpustakaan Digital dan Administrasi Sekolah.Jika anda atau sekolah anda tertarik untuk melaksanakan digitalisasi di sekolah anda, silakan kirim komentar atau pertanyaan ke asanirwana@gmail.com.  Kami akan senang hati membahas dan memberi bantuan sesuai kemampuan untuk menjadikan sekolah anda sebagai Sekolah Digital. Kami didukung oleh cabang dan dealer yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjamin tersedianya layanan purna jual yang memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: